Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Letak Geografis dan Astronomi Kabupaten Cirebon

Written By Potensi Cirebon on Thursday, 13 June 2013 | 10:54 am

Peta Batasan Daerah Kabupaten/Kota Cirebon
Daerah Cirebon berasal dari kata Ci dan Rebon, Ci merupakan kata lain dari air, dan rebon merupakan kata lain dari udang. Sehingga banyak masyarakat yang mengenal Cirebon adalah daerah penghasil budidaya udang terbaik pada masa lalu.

Daerah Cirebon juga dikenal sebagai kotanya para Wali, karena dari sembilan Walisongo/walisanga yakni satu dari wali sembilan yang menyebarkan ajaran agama islam di tanah Jawa tinggal di daerah Cirebon, yakni Sunan Gunung Jati.

Daerah Cirebon dibagi dalam dua wilayah administratif kepemerintahan daerah, yakni Kabupaten Cirebon dan Kotamadya Cirebon. Berikut PotensiCirebon.info tuliskan beberapa poin mengenai letak  geografis dan astronomi Kabupaten Cirebon, agar lebih mengenal kondisi daerah Kabupaten Cirebon.

Batasan Wilayah
Kabupaten Cirebon merupakan bagian dari salah satu wilayah di Propinsi Jawa Barat yang terletak di bagian timur dan merupakan tapal batas kedaerahan, sekaligus sebagai pintu gerbang menuju Propinsi Jawa Tengah.

Letak daratannya memanjang dari Barat Laut ke Tenggara. Dilihat dari permukaan tanah/daratannya dapat dibedakan menjadi dua bagian, pertama daerah dataran rendah umumnya terletak disepanjang pantai utara Pulau Jawa, yaitu Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Kapetakan, Arjawinangun, Panguragan, Klangenan, Cirebon Utara/Gunung Jati, Cirebon Barat, Weru, Astanajapura, Pangenan, Karangsembung, Waled, Ciledug, Losari, Babakan, Gebang, Palimanan, Plumbon, Depok dan Pabedilan. Sedangkan sebagian lagi termasuk pada daerah dataran tinggi.

Batasan Geografi & Astronomi
Berdasarklan letak geografisnya, wilayah Kabupaten Cirebon berada pada posisi 108 o 40’ – 108 o 48’ Bujur Timur dan 6 o 30’ – 7 o 00’ Lintang Selatan, yang dibatasi oleh:
  • Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Indramayu
  • Sebelah barat Laut berbatasan dengan wilayah Kabupaten Majalengka
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kuningan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kotamadya Cirebon dan Kabupaten Brebes (Jawa Tengah)
Bentangan Topografi
Wilayah Kecamatan yang terletak sepanjang jalur pantura termasuk pada dataran rendah yang memiliki letak ketinggian antara 0 – 10 meter dari permukaan air laut, sedangkan wilayah kecamatan yang terletak di bagian selatan memiliki letak ketinggian antara 11 – 130 meter dari permukaan laut.

Iklim Kabupaten Cirebon
Faktor iklim dan curah hujan di Kabupaten Cirebon dipengaruhi oleh keadaan alamnya yang sebagian besar terdiri dari daerah pantai dan perbukitan terutama daerah bagian utara, timur, dan barat, sedangkan daerah bagian selatan merupakan daerah perbukitan.

Hujan lokal kerap terjadi, disaat terjadi pemanasan panjang yang mengakibatnya menguapnya air laut ke lapisan langit dan terbawa angin laut menuju daratan dan terjadi akumulasi menjadi awan/mendung hingga memungkinkan hujan lokal di daerah kabupaten Cirebon, jika memungkinkan suhu di daratan setara dengan kondisi awan yang menuju daratan.

Cuaca rata-rata di Kabupaten Cirebon relatif panas sedang hingga panas tinggi, daerah panas tinggi umumnya terjadi di daerah pantai utara (pantura). Hal ini dikarenakan batasan daerah Kabupaten Cirebon bagian utara berbatasan langsung dengan pantai dan laut jawa yang memungkinkan laut jawa untuk memantulkan sinar matahari ke arah daratan atau sisi pantura sehingga panas yang terjadi dua kali lipat dari keadaan normal.

Panas yang berlebihan bukan hanya terjadi karena kondisi alam, namun terjadi karena faktor terlalu banyaknya rumah kaca yang telah dibangun di kawasan/zona pantai di daerah perkotaan sehingga turut memperbanyak intensitas cahaya matahari untuk memantul kembali ke langit/lapisan udara. Sehingga udara menjadi lebih panas dari keadaan normal.

Kegiatan reboisasi daerah kabupaten/kota Cirebon adalah salah satu upaya penting untuk meredam intensitas cahaya matahari ke bumi, mengurangi emisi/polusi, dan ikut memperbanyak volume oksigen di siang hari. Sehingga daerah kabupaten dan kota Cirebon dapat menjadi kota yang maju dan bersahabat dengan alam tanpa mengurangi atau menghambat kegiatan ekonomi secara umum.

Kondisi Hidrografi
Kabupaten Cirebon dilalui oleh 18 aliran sungai yang berhulu di bagian selatan. Sungai – sungai yang ada di Kabupaten Cirebon yang tergolong besar antara lain Cisanggarung, Ciwaringin, Cimanis, Cipager, Bondet, Pekik, dan Kalijaga. Pada umumnya, sungai – sungai besar tersebut dipergunakan untuk pengairan pesawahan di samping untuk keperluan mandi, cuci, dan sebagai kakus umum.

Pointer Letak, Batasan, & Luas Kabupaten Cirebon

Lokasi  :  108°40’ – 108°48’ BT dan 6° 30’ – 7° 00’ LS
Luas ( daerah administrasi )  :  990,36 Km2
Ketinggian ( dari permukaan laut )  :  0 – 130 m
Jarak Terjauh  :  Barat – Timur : 54 Km
Utara – Selatan : 39 Km

Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Indramayu, sisi timur berbatasan dengan Kotamadya Cirebon, sisi timur laut berbatasan dengan Kabupaten Tegal, sisi selatan dengan Kabupaten Kuningan, dan sisi barat laut berbatasan dengan Kabupaten Majalengka.

Potensi daerah Cirebon dan sekitarnya sangat komprehensif dilihat dari keadaan alam yang mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat atau penduduk di dalamnya.

Data Referensi :
  1. http://www.cirebonkab.go.id/sekilas-kab-cirebon/letak-geografis
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cirebon
  3. http://www.cirebonkota.go.id/index.php/profil/cirebon-dalam-angka/1-letak-geografis/

0 comments:

Post a Comment